Oli motor Supra X 125? Bagus apa?

Selamat siang, 
Kali ini saya mau berbagi tentang pengalaman pribadi menggunakan pelumas oli motor untuk penggunaan di motor saya Supra X 125 tahun 2012.

Oke check this out!
Pertama, sejak beli motor tahun 2012 saya selalu pakai MP*1 bawaan Honda, karena di Ahass cuma disediakan oli itu. Kemudian karena merasa selama pemakaian motor saya jadi kurang bertenaga dan juga karena saya cinta produk nasional (Haha :p), akhirnya saya mencoba berpindah ke oli lainnya. Pilihan jatuh ke Pert*mina End*ro 4T.

Kemudian saya berpindah ke Pert*mina End*ro 4T. Awal pemakaian enak, motor jadi lebih bertenaga. Satu bulan, dua bulan berjalan tidak masalah. Saya memang rutin dalam hal mengganti pelumas oli, hampir setiap satu bulan sekali. Permasalahan yang kemudian muncul setelah pemakaian beberapa bulan adalah: 
Saat perpindahan transmisi/pindah gigi ada suara yang tidak biasa. Lebih kurang berbunyi "tok, tok" setelah memencet persneling gigi. Suaranya kadang muncul dan kadang juga tidak. Awalnya saya ngerasa ada masalah dengan gear yang ada di dalam mesin. Karena memang saya suka touring dan tahu sendiri lah kalau dalam kecepatan mendadak dan kemudian berhenti kalau pakai rem kan malah terjadi gesekan ban dan aspal. Makanya saya sering turunin gigi paksa untuk membantu pengereman maksimal. Mikirnya ya, ga masalah rusak gear yang penting kan selamat. Ye gak? Hahaha
Terus, sebelum 1000 KM oli saya sudah hitam pekat. Buset saya bilang, perasaan MP*1 malah ga gini-gini amat sih (Pengalaman saya pakai MP*1).
Ketika di Ahass pun, saya kemudian mengeluhkan ke pihak teknisi bahwa saat memasukkan persneling gigi ada bunyi tok tok. Tapi kemudian teknisi menjawab bahwa memang pada motor Supra X 125 kebanyakan seperti itu, ada bunyinya dan agak keras. Okelah. Akhirnya saya manut-manut aja soalnya ga terlalu paham kan. 

Nah, lama kelamaan suara itu ga nyaman asli. Bayangkan di lampu merah mau masukin gigi ke satu ada suara "cetok" dan itu keras. Ya agak risih juga si sebenernya, sampai sebelah ngeliatin kan. Kemudian saya pikir-pikir apa ada yang salah sama olinya. Tapi karena masih cinta produk lokal akhirnya saya pikir yaudahlah gapapa.

Sampai pada saatnya ganti oli, saya kemudian berpikir "Coba lah ganti oli, siapa tau masalahnya di oli". Saya kemudian mengunjungi salah satu cabang sitepat yang biasanya jadi langganan saya mengganti pelumas motor. Saya kemudian bertanya ke petugasnya.
Mas kalau oli yang bagus apa ya? Kemarin saya pakai End*ro 4T sih.
Masnya jawab: M*tul, Shell Advance AX7, End*ro 4T bagus mas.
Okelah, dengan pertimbangan "Kayaknya persneling bunyi karena End*ro, Oli M*tul mahal, akhirnya Shell Advance AX7, Terserah lah ga cinta produk lokal apa gimana, yang penting motor selamat. Haha"
Yaudah Shell Advance AX7 aja mas.
Oke. Harganya 53rb ya.
Kemudian digantilah oleh teknisinya oli saya itu. Selesai dan coba starter.
Coba perjalanan pertama, disini nih mulai excited. Pas masukin persneling masih bunyi tapi ga sekenceng selama pakai Enduro. Mungkin karena olinya belum nyebar kali ya makanya masih bunyi. Haha. Setelah berjalan lebih kurang 1 km, asli ngerasa banget bedanya. Gasnya enteng dan bertenaga. Terus saya udah jarang banget ngalamin bunyi "tok, tok" setelah pemakaian oli ini.

Kesimpulannya adalah: Oli yang saat ini sesuai untuk motor saya adalah Shell Advance AX7. Dengan alasan suka jalan jauh, oli ini cukup bertenaga dan juga lumayan murah. Dan akhirnya satu masalah yang ada di motor selesai tanpa harus mengecek "jeroan" mesin motornya.

Bagi yang punya masalah yang sama, mungkin bisa mencoba mengganti olinya. Mumpung belum terlalu jauh melangkah sampai bongkar mesin kan. Semoga bermanfaat gan!

Disclaimer: Tidak bermaksud menjelek-jelekkan produk lainnya ya. Tapi ini sebatas review pemakaian aja. Ini pengalaman pribadi saya ya, bisa berbeda untuk pengguna motor lainnya. Terima kasih :)
Share:

Transit 17 Jam di Bandara Soekarno Hatta?

Selamat siang.
And.. Welcome back to my blog!
Saya mau berbagi cerita pengalaman transit terlama di Bandara Soekarno Hatta. Awal cerita, saya baru mudik lebaran dari kampung halaman di Sumatera dan mau kembali ke Jogjakarta, saya kemudian memilih penerbangan dengan NAM Air yang transit lebih kurang 17 jam di Soekarno Hatta Cengkareng terminal 2F. Penerbangan saya dari Sumatera jam 23.05 WIB dan sampai ke Jakarta jam 23.55 WIB berjalan lacar, mulus kaya kulit bayi. Kemudian sampailah pada momen transit selama lebih kurang 17 jam. Penerbangan selanjutnya jam 16.05 WIB. Awalnya sempat ragu untuk memilih penerbangan yang se lama ini. Tapi pada akhirnya saya tetap memilih penerbangan ini karena lebih baik menginap di bandara dari pada menginap di jalanan. Betul nggak? :p Sebenernya karena saya sudah terlanjur pesan.  Ah sudahlah. ~~

Untuk yang pertama kali ke bandara ini, pastinya akan sedikit bingung karena memang bandara ini sangat luas dan super ramai. Tidak salah jika bandara ini dinobatkan sebagai salat satu bandara tersibuk di dunia. Saya sebenarnya jarang banget milih penerbangan transit di Soetta. Kalaupun transit, saya biasanya memilih Citilink di Halim Perdanakusuma. Di hitung-hitung baru sekitar 3 kali saya transit di bandara ini. 2 kali jaman kuliah yaitu di terminal berapa lupa yang lama dengan Sriwijaya dan di 3 Ultimate dengan Garuda Indonesia.

Daripada luas (panjang x lebar), mending saya langsung cerita pengalaman selama transit di sana. Berikut beberapa informasi yang mungkin bisa bermanfaat:
Pertama, untuk yang mau transit jangan lupa lapor ke petugas bagian transit. Di terminal 2F isinya Khusus maskapai NAM Air dan Sriwijaya Air. Jika kamu transit keesokan harinya, kamu baru bisa mencetak ulang boarding pass di konter sekitar jam 3 pagi sampai sebelum keberangkatan. Sesampainya di Soetta saya langsung ke konter tempat melapor dan ternyata sudah tutup. Mungkin karena sudah terlalu malam ya. Saya pun baru kali ini penerbangan sampai si Soetta jam 00.00 WIB.
Kedua, saya masuk ke ruang tunggu transit atau ke daerah konter-konter check in, nah kalian bisa menunggu atau tidur di kursi yang telah disediakan disana selama transit, atau juga bisa keluar lewat menuju ruang tunggu keberangkatan, di luar ada banyak kursi yang bisa dipakai buat tiduran selagi menunggu pesawat berangkat. Tapi jika kalian punya uang lebih, ga ada salahnya menginap di hotel bandara. Karena di sini ada hotel yang lokasinya di dalam bandara. Harganya memang cukup mahal, mulai dari 800rb-an per hari. Jika kalian hanya menginap sekitar 6 jam, maka akan dikenakan biaya 500rb-an saja. Lokasinya ada di bagian depan ruang keberangkatan lantai 2 dekat pos polisi atau di antara terminal 2D dan 2E. Di kursi yang ada di depan hotel ini juga bisa dipakai buat tiduran, kemarin saya tiduran di sana. Soalnya sepi dan ga terlalu dingin. 

Jika kalian lapar, ada banyak restoran yang tersedia di bagian depan dekat pintu keberangkatan. Jadi tidak perlu khawatir, ada KFC, AW, Merugame Udon dll. Apalagi di lantai 1 lebih banyak lagi resto-resto yang bisa jadi pilihan. Kalau saya memilih KFC yang ada nasinya. Maklum lah orang Indonesia kalau ga makan nasi, belum makan :D Untuk harganya memang agak sedikit lebih mahal di bandingkan resto yang sama di luar bandara. Tapi ga terlalu mencolok. Misalnya nih, saya biasanya pesan menu favorit Signature Box di KFC. Kalau di KFC luar bandara harganya Rp 32.000 (Ex. Pajak Restaurant), sedangkan di dalam bandara kemarin jadi sekitar Rp 40.000 (Ex. Pajak Restaurant). Naik sedikit gapapa. Daripada mati kelaparan kan? :p. Selengkapnya tentang berbagai resto atau toko yang ada di bandara bisa kalian lihat di sini: soekarnohatta-airport.co.id/id/guides/shop-and-dine/16
Deretan ATM ada di luar, di ruang tunggu keberangkatan sebelum masuk ke konter check in. ATM nya lumayan lengkap dan ada di masing-masing terminal. Kebetulan saya menggunakan ATM CIMBNiaga, jadi saya harus ke depan terminal 2D untuk melaukan penarikan. Karena di depan terminal 2F tidak ada.


Karena bandara ini memang cukup ramai, jadi kalau bisa 3 jam sebelum keberangkatan kamu sudah masuk ke ruangan check in selagi menunggu check in dibuka ya, soalnya penerbangan dari Jakarta ke luar jakarta itu cukup padat. Selain itu juga, karena konter check in yang ada di Bandara ini tidak dipisah per pesawat. Jadi disini kita bisa check in di konter mana saja. Ga salah jika antrian di konter check in selalu ramai kaya kereta api. Saya kemarin juga ngantri :'(
Setelah check in, saya langsung menuju ke ruang tunggu, jangan lupa siapkan boarding pass dan identitas untuk melewati pemeriksaan. Setelah masuk, ada dua tempat menunggu. Yaitu diluar gate dan di dalam gate. Gate yang ada di 2F ada 7 gate mulai dari F1 s/d F7. Jadi buat teman-teman, jangan lupa perhatikan di boarding pass kalian pesawat kalian di gate berapa. Nah, ruang tunggu diluar gate tersedia cukup banyak kursi dan ada tempat charger. Yang spesial di sini juga ada kursi tidur. Yang pastinya rebutan sama penumpang lain. Jadi kalau ada yang udah angkat badan, bersiaplah untuk pasang kuda-kuda menggantikan. Haha. Sebenarnya di Terminal 3 Ultimate sudah ada banyak sekali kursi tidur ini. Jadi ngga perlu rebutan. Tapi untuk di terminal 2F baru ada sedikit. Ya sesuai lah ya ada yang Ultimate ada yang Professional dan Home Premium (Lu kate Windows :D). Saya pernah naik Garuda dan istirahat transit di terminal 3 ultimate karena dulu pengen coba.  Memang beda, ruang tunggunya hampir semuanya sudah sofa dan kursi tidur. Tapi, kalau dipikir-pikir, eman-eman uangnya. Bisa digunain buat yang lain (Pemikiran masih mahasiswa aja :p). Tapi kalau ada promo Garuda harganya beda tipis dengan maskapai lain, misal beda 100rb-an aja, ambil Garuda aja deh udah. Jangan kasih kendor :p Ini ruang tunggu luar gate 2F (Kebetulan saya dapet kursi tidurnya, jadi sambil nonton di curved TV nya Samsung):
 
Nah, 30 menit sebelum penerbangan, saya masuk ke gate tempat pesawat saya. Nanti akan ada pemeriksaan lagi di sana. Jadi siapkan boarding pass dan identitas yang kalian punya. Biasanya kursi di dalam penuh, jadi banyak yang menunggu di jembatannya. Termasuk saya :p


Selanjutnya tinggal menunggu panggilan untuk memasuki pesawat. Dan ternyata pesawat saya delay. Baru masuk pesawat jam 17 sore, dan baru take off jam 17:38. Kenapa? Karena ngantri. Tapi Alhamdulillah sampai ke Jogja lebih kurang jam 19 malam dengan selamat.
Lalu, apa yang saya lakukan selama 16 jam transit di Soetta? Jawabannya adalah: Nge-GJ (Ga Jelas). Haha. Serius. Saya dari jam 12 malam jalan-jalan keluar, kemudian sekitar jam 3 pagi saya baru bisa tidur di depan dekat pintu keberangkatan. Kemudian jam 5 pagi saya pindah ke depan airport hotel dan tidur di sana. Jam 7 pagi saya dibangunkan oleh petugas bandara. Setelah itu sampai jam 4 sore ngapain? Main hape, jalan-jalan ga jelas sambil liatin para pramugari Sriwijaya Air Group wara-wiri, dan makan. Itu doang. Wkwk. Yang pasti bosen banget. Kayaknya ini bakal jadi pengalaman terakhir saya ambil penerbangan yang transit super lama. Kalau ga ada kegiatan selama transit mending pilih yang langsung atau transitnya ga terlalu lama. Bosen!

Ada temen yang ngusulin buat jalan-jalan keliling Jakarta, bisa pakai Damri atau kereta bandara. Tapi, saya pikir mau main kemana? Mall? Di Jogja banyak. Waterboom? Ga mungkin kayaknya. Monas? Ngapain. Daridulu begitu-gitu aja. Akhirnya saya nunggu di bandara aja lah.

Saya sebenarnya ingin mengajukan reschedule tiket yang dari Jakarta ke Jogja. Saya rencananya mau memilih penerbangan yang lebih cepat yaitu jam 12:55 WIB. Saya kemudian mengunjungi service center Sriwijaya Air Group di bagian depan dekat AW. Tapi ternyata sudah ga bisa, soalnya sudah check in. Sempat terpikir untuk menghanguskan tiket yang jam 16 sore dengan membeli tiket yang baru jam 12:55 WIB. Tapi, setelah bertanya ke petugas service center, bagasi saya tetap ikut ke penerbangan yang jam 16 WIB. Hmm. Setelah pikir ulang, percuma saya sampai jogja jam 14 siang tapi kopernya jam 17 sore. Akhirnya saya tetap menunggu penerbangan yang jam 16 sore.

Nah, itulah pengalaman transit lama di bandara, cukup melelahkan dan membosankan. Jadi buat kalian yang mau transit lama, mending mikir ulang. Tapi kalau misalnya ada saudara disana yang bisa dikunjungi ga masalah, bisa silaturahmi dulu. Lah saya? Semuanya masih pada dikampung. Karena kami pegawai non-pemerintah masuknya duluan :D

Oke, mungkin segitu aja lah curhat nya. Semoga ada manfaatnya. Kalaupun engga ada manfaatnya, dicari aja manfaatnya dimana. Haha.

See you on next post!
Share:

Enam Paradigma Interaksi Antar Manusia Menurut 7 Habit


Oke Guys, kali ini saya agak serius dikit. Materi yang ingin saya bagikan sebenarnya adalah materi training saya di kantor. Teori ini diambil dari buku 7 Habit yang sangat terkenal punya nya Bapak Stephen Covey. Sekilas bagi yang belum tahu 7 Habits of Highly Effective People adalah sebagai berikut:
Habit 1: Menjadi Proaktif
Habit 2: Mulai dengan tujuan akhir
Habit 3: Mendahulukan yang utama
Habit 4: Berpikir menang-menang
Habit 5: Berusaha memahami lebih dahulu baru dipahami
Habit 6: Mewujudkan sinergi
Habit 7: Mengasah Gergaji
Saya ga bakal ngebahas semuanya satu per satu, soalnya bakalan butuh satu atau dua semester untuk mendalami semuanya. :p. Tapi kalau ada yang request mau dibahas habit berapa bisa kontak saya, mungkin nanti bisa saya post di blog ini. Jadi langsung saja sesuai judul, saya akan membahas tentang enam paradigma interaksi antar manusia.

Eh bentar. Sebelum itu, kita harus tahu dulu apa antara prinsip dan paradigma berpikir menang-menang.
Prinsip berpikir menang-menang: Hubungan antar manusia yang efektif dan bersifat jangka panjang menuntut kondisi saling menguntungkan.
Paradigma berpikir menang-menang: "Saya mencari manfaat bagi orang lain maupun diri saya", "Saya memperoleh hasil yang lebih baik dalam hubungan saya dengan sesama melalui kerjasama secara saling-tergantung dibanding lewat persaingan sendiri-sendiri".
Berikut enam paradigma interaksi antar manusia:
Menang-menang. Orang memilih untuk menang dan memastikan orang lain juga menang. Mencari sousi yang memuaskan diri sendiri dan orang lain. karakteristiknya adalah: (1) Mencari manfaat bersama; (2) Bekerjasama, bukan bersaing; (3) Lebih banyak mendengarkan, lebih lama menjalin komunikasi dan lebih berani berkomunikasi.
Menang-kalah. Lebih memperdulikan diri-sendiri. Ingin menang dan orang lain kalah. Karakteristiknya: (1) Hal yang paling lazim dimiliki manusia; (2) Pendekatan yang otoriter; (3) Memakai kedudukan, kekuasaan, kelebihan dan harta untuk mengalahkan orang lain.
Kalah-Menang. Memilih kalah dan membiarkan orang lain menang, timbang rasa yang dimiliki tinggi, kurang punya keberanian untuk mengekspresikan diri dan bertindak menurut perasaan serta keyakinannya. Karakteristiknya: (1) Tidak menyuarakan standar, tuntutan, harapan apapun dari siapapun; (2) Mudah membuat senang orang lain dan cenderung mengalah; (3) Menimbun banyak uneg-uneg perasaan.
Kalah-Kalah. Rendah keberanian serta timbang rasanya. Iri hati dan mengkritik orang lain. Cenderung merendahkan diri mereka sendiri maupun orang lain. Karakteristiknya: (1) Sangat tergantung orang lain; (2) Sama artinya dengan "tidak menang" karena tak seorangpun mendapat manfaat; (3) Akibat jangka panjang dari kondisi menang-kalah, kalah-menang atau sekedar menang.
Menang. Hanya berpikir untuk memperoleh apa yang mereka inginkan meskipun belum tentu ingin orang lain kalah. Secara pribadi ia berupaya terus untuk menang. Karakteristiknya: (1) Mementingkan diri sendiri (2) Berpikir "Saya dulu"; (3) Benar-benar tidak perduli apakah orang lain untung atau rugi; (3) Punya mentalitas kelangkaan.
Menang-menang atau Lebih baik tidak. Merupakan bentuk tertinggi dari menang-menang. Pertama-tama mencari kondisi menang-menang. Jika tidak mendapatkan solusi yang dapat diterima, mereka sama-sama sepakat untuk tidak sepakat. Karakteristiknya: (1) Membolehkan masing-masing pihak berkata tidak; (2) Adalah sikap yang paling realistik pada awal suatu hubungan atau kesepakatan bisnis. 
Oke itulah keenam paradigma interaksi antar manusia menurut Stephen Covey dalam teori 7 Habits of Highly Effective People. Semoga bermanfaat!
Share:

Cara Mendownload Ulang Media (Foto, File, Audio) Kiriman WhatsApp yang Terhapus di Handphone

Selamat pagi,

Sesuai judulnya, kali ini saya mau berbagi cara mengembalikan file/media WhatsApp yang terlanjur terhapus dari handphone.

Pernah tidak sengaja menghapus file gambar atau video dari gallery? Atau file pdf/excel dll dari file manager? Terkadang file yang kita hapus itu adalah file yang penting. Nah, berikut saya akan mencoba memberikan informasi bagaimana cara mengembalikan file yang terlanjur dihapus di handphone. Tapi dengan catatan ya kita menghapusnya via gallery atau file manager. Bukan via aplikasi WhatsApp langsung. Intinya kalau masih seperti gambar dibawah ini berarti masih bisa dikembalikan, dengan catatan pengirim belum menghapus file itu dari handphone mereka.



Oke Check this out!
Pertama, hidupkan komputer/laptop kamu
Kedua, buka https://web.whatsapp.com/ di browser kamu. Tunggu sampai muncul barcode seperti dibawah.

Ketiga, buka handphone kamu. Tap pada titik 3 yang ada di aplikasi WhatsApp handphone, pilih WhatsApp Web. Kemudian scan barcode yang ada di komputer seperti di atas.

Keempat, jika sudah masuk ke WhatsApp web, saatnya kamu memilih lokasi chat yang tadi terhapus dan ingin dikembalikan. Kemudian akan otomatis terdownload. Selesai! Selamat mencoba!


Share:

Pengalaman Membuka Tabungan Britama Muda BRI

Halo guys, setelah sekian lama saya ga nulis. Akhirnya nulis lagi. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mendaftar tabungan BRI Britama Muda. Tentunya pengalaman ini sifatnya subjektif ya. Artinya bahwa mungkin tidak semua orang akan mengalami hal yang sama.

Oke, saya merupakan pengguna setia bank BRI, sejak awal kuliah saya sudah memakai Bank Rakyat ini. Tentunya karena ATM nya mudah ditemukan dan juga administrasinya cukup murah. Pada awalnya saya mendaftar tabungan BRI Simpedes, tapi akhir-akhir ini malah saya ngelirik Tabungan Britama Muda. Kenapa? berikut jawabannya:

Bener kata orang-orang, yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama itu susah ditolak. Begitupun saya dengan tabungan ini, semenjak tahu info tentang tabungan ini, saya langsung jatuh cinta. Karena apa? Check this out!
Desain Kartunya yang anak muda banget. Tabungan ini segmentasinya khusus untuk anak-anak muda yang energetik dan tentunya penampilan itu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih sesuatu. Berikut penampakan kartu ATM nya. Menarik bukan?Untuk kartu diatas kalian bisa memilih sesuai keinginan kalian. Kalau saya memilih kartu yang nomor 3.
Usia untuk memegang kartu ini cukup lama, yaitu sampai dengan 35 tahun. Sedangkan saya survey beberapa bank lain untuk tabungan sejenis misal BN* T*plus Muda, usia untuk bisa memakai tabungan muda ini hanya sampai dengan usia 25 tahun.
Biaya adminsitrasi. Ini yang paling penting dan selalu jadi perhitungan anak muda. Dengan biaya administrasi yang sangat murah yaitu Rp 4000/bulan dan biaya kartu Rp 1000/bulan. Intinya perbulan kamu cuma harus mengeluarkan Rp 5000 untuk keperluan biaya administrasi. Murah banget bukan? 
Aksesibilitas Kartu ATM/Debit BRI di jaringan BRI, ATM Bersama, Link, Prima, Cirrus, Maestro dan MasterCard baik di dalam maupun di luar negeri 
Gratis cover asuransi kecelakaan diri hingga Rp 150.000.000,- (Minimal saldo akhir Rp 500.000 ya).
Didukung oleh Fasilitas e-Banking (mobile banking, Internet banking, sms notifikasi dll)
Suku bunga tabungan kompetitif
Dapat memilih Fasilitas Transaksi Otomatis
Limit Transaksi Antar Cabang hingga Rp.300.000.000,-
Keren ya!
Tapi, selain itu tentunya ada beberapa kelemahan yang saya rasakan selama memakai tabungan ini. Tapi tepatnya bukan ke tabungan ini si, tapi ke fasilitas Bank BRI secara umum yaitu:
Entah saya yang meng "Iya" kan tapi saya lupa atau memang tidak ditanyakan oleh CS nya, Sms notifikasi saya aktif. Setiap ada transaksi sebesar apapun akan ada notifikasi di ponsel yang sudah didaftarkan. Nah, ternyata ada biayanya. Satu sms yang masuk dikenai biaya Rp 500. Ini sebenarnya yang membuat saya agak ngelus dada. Lumayan kadang satu bulan bisa masuk 20-an transaksi lebih. Otomatis sudah memotong uang di tabungan saya sebesar 10-rb an per bulan. Tapi ini sebenarnya bisa dinonaktifkan. Berhubung saya belum ada waktu ke Bank nya, jadi belum saya nonaktifkan. Oh iya, kemarin saya juga daftar di weekend banking hari minggu.
Masih seperti dulu, transfer ke sesama bank aja ada biayanya meskipun via internet banking. Ini tentunya sangat berbeda dengan bank lainnya yang saya pakai yaitu Mandiri dan CIMB Niaga. Disaat bank lainnya menggratiskan transfer ke sesama meskipun via internet banking, tapi BRI malah memberlakukan biaya untuk itu. Sayang sekali.
Overall, saya nyaman menggunakan tabungan ini. Nanti mungkin saya akan menonaktifkan SMS notifikasi dengan mengunjungi Weekend Banking nya. Kalau kamu ada pengalaman yang berbeda? Bisa kita diskusi di bawah. Hehe
Share:

Review Singkat Kartu Halo Pascabayar

Selamat siang semua.

Udah lama ngga nulis rasanya pengen cerita. Jadi gini, ceritanya saya baru saja berlangganan kartu Halo. Karena baru kali ini saya tertarik untuk berlangganan kartu pascabayar. Berawal dari iklan yang muncul setiap kali browsing internet, saya kemudian melihat ada paket pasca bayar yang diberi nama Halo Kick. Awalnya sih ragu, apa enaknya pakai kartu pascabayar. Mahal.
Tapi ketika saya melihat kuota yang diberikan Telkomsel untuk paketan kartu Halo pascabayar ini. Cukup menggiurkan. Dengan 60 ribu rupiah kita sudah bisa mendapatkan kuota 6 GB (2 GB All network dan 4 GB 4G), kuota telpon 50 menit dan 200 sms. Kartu Simpati saya kadang murah, kadang mahal. Tapi lebih sering mahalnya. Oleh karena itu saya memilih untuk berlangganan kartu Halo. Salah satu alasannya adalah karena saya juga sudah mempunyai pekerjaan sendiri. Dan nyeseknya, saat menulis ini, sedang ada promo kartu simpati dengan 50K bisa mendapatkan 5 GB, 600 Menit dan 400 sms berlaku 24 jam. Kan bikin mikir ulang pake Halo nya 😁

Oke daripada panjang lebar. Terlepas dari itu semua, berikut beberapa kelebihan yang diperoleh selama memakai kartu halo:
Pertama, Ngga perlu mikirin abis kuota atau ngga punya pulsa. Tinggal pakai aja sepuasnya. Tapi ingat tetap ada limitnya. Dan limitnya ini juga yang menjadi kelebihan kartu Halo. Jadi pengeluaran kita untuk biaya telepon tidak akan membengkak.
Kedua, Jaringannya lumayan dibandingkan dengan kartu telkomsel prabayar. Contohnya gini, di tempat yang sama dan HP yang sama kartu pascabayar saya mendapatkan signal 4G. Sedangkan kartu simpati kadang dapet dan kadang engga.
Ketiga, Browsing super cepet. Saya pernah menguji menggunakan speed test. Hasilnya antara pascabayar dan prabayar tidak terlalu jauh. Untuk kota Jogja (Sekitar Bandara) speed download 32 MBPS dan upload hampir 33 MBPS. Saya juga ngga tau kenapa kok lebih besar upload. Tapi, perbedaan yang paling terlihat antara pasca bayar dan prabayar adalah PING. Kartu halo saya menembus angka 26 ms. Sedangkan Simpati di angka 36. Itulah kenapa halaman browser langsung terbuka dan nyusss. Ada yang belum paham PING? PING itu adalah kecepatan bolak balik data antara handphone dan server. Jadi kebayang kan?
Keempat, Nomornya kita bisa pilih sendiri sesuai keinginan. Saya kemarin beli kartunya via blanja.com. Jadi lebih enak bisa menyesuaikan dengan keinginan.
Kelima, Kalau saya si pengeluaran jadi lebih terkontrol. Selain itu saya juga tidak membutuhkan jaringan internet yang banyak karena sudah disediakan wifi di kantor. Oleh karena itu saya rasa pemakaian kartu halo sudah cukup untuk bulanan saya.
Keenam, Prioritas kalau lagi nelpon call center dan gratis. Kalau kartu prabayar kan harus ngantri dan bayar. Kartu Halo langsung dihubungkan ke call center. Selain itu katanya dapat prioritas juga ketika mengunjungi Grapari. Karena ada jalur khusus pascabayar dan tidak perlu ngantri (Kalau ini si saya belum nyoba).
Ketujuh, Dalam kondisi darurat bisa membelikan keluarga paket internet, paket telepon, sms langsung melalui aplikasi MyTelkomsel atau via UMB di *111#. Praktis. Artinya tidak perlu bolak-balik ke conter pulsa atau beli via ATM/Internet banking dll.

Selain kelebihan, ada beberapa kelemahan dari kartu Halo berdasarkan pengalaman pribadi saya, Berikut daftarnya:
Pertama, Kartu perdana tidak tersedia di konter-konter pada umumnya.
Kedua, Kartu tidak langsung aktif karena harus menunggu verivikasi dari pihak Telkomsel.
Ketiga, untuk yang terlanjur migrasi dari kartu Prabayar (As, Simpati, Loop) menjadi Pascabayar Halo, tidak bisa lagi melakukan migrasi dari  Pascabayar ke Prabayar. Sesuai dengan ketentuan dari telkomsel yang bisa dibaca disini di poin nomor "9. Setelah melakukan perpindahan layanan ke kartuHalo, nomor pelanggan tidak bisa kembali menjadi prabayar (simPATI, KARTU As, atau Loop). Sisa kuota dan semua paket prabayar (CUG, TM/JagoanSerbu, MKios, dll) menjadi tidak berlaku dan tidak bisa digunakan lagi."
Oke, sejauh ini itulah hal-hal yang bisa saya bagikan terkait kelebihan dan kelemahan berlangganan kartu Halo.

(Update)
Setelah pemakaian lumayan lama sekitar 6 bulan, ada beberapa hal yg membuat saya rada kecewa dengan kartu Halo. Pertama, banyaknya nomer dari luar negeri yg ngga tau darimana nelpon mulu. Mengganggu menurut saya, karena sehari kadang sampai 5 atau 6 panggilan. Kalau kamu ga sengaja telepon balik, siap-siap tagihanmu membengkak. Nomernya seperti di bawah ini.
Selanjutnya, nomor cantik kartu halo kayaknya ada beberapa yang bekas orang lain. Ga tau tiba-tiba saya dapet SMS selamat ulang tahun Bapak/Ibu X. Dan itu bukan nama saya. Beberapa kali juga dapet telepon dari Credit Card BCA. Padahal saya ga punya Credit Card BCA. Kayaknya kartu Halo saya ini bekas orang dahulu kala. (Update: saya sempat tanya ke CS Telkomsel bahwa ternyata kartu saya memang dulu pernah dipakai orang lain. Soalnya nomor saya cantik gan. Haha)

Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan pemakaian kartu Halo saya dan berpindah ke Prabayar saja.

Review ini pengalaman pribadi saja ya, tentunya sebagai gambaran aja untuk rekan-rekan sekalian apakah akan memutuskan untuk berpindah ke pascabayar atau tidak. 

Terima kasih.
Share:

Cek Fisik Kendaraan Bermotor Mahasiswa Plat Luar Daerah Domisili (Jogja)

Selamat malam semuanya!

Lama gak nulis lagi nih. Setelah sibuk-sibuk entah dengan proses tes di perusahaan yang nggak kelar-kelar dan juga banyak urusan lainnya. Akhirnya menyempatkan diri buat nulis pengalaman cek fisik motor di Jogja.

Singkat cerita, motor saya kan plat luar Jawa, tepatnya Sumatera. Nah, kebetulan setelah lebaran kemarin pas bulan Juli 2017 harus bayar pajak dan ganti Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau disebut juga plat motor. Ini pengalaman pertama saya bayar pajak 5 tahunan. Biasanya kalau di Sumatera selalu Bapak saya yang urus. :D 

Singkat cerita, pertama saya menuju ke Samsat Cabang Pembantu Sleman, tepatnya di Jalan Solo dekat hotel Sheraton Maguwoharjo. Saya masuk ke parkiran bawah dan langsung menuju ke loket cek fisik di bawah. Kemudian setelah menuju ke loket penyerahan berkas kemudian saya ditolak. Why? Karena kantor Samsat Pembantu ini belum bisa melayani pengecekan fisik untuk plat luar Jogja. Finally, saya diarahkan ke kantor samsat pusat Kota Yogyakarta di deket bunderan BPAD lama. Ancernya, dari tugu Jogja kalian ke barat aja dan lampu merah belok ke kiri atau ke selatan dan lurus aja. Nanti pas bunderan itu disitulah lokasi samsat Kota Yogyakarta. 

Saya masuk, kemudian langsung menuju ke area cek fisik. Saya parkir motor dan kemudian masuk ke ruangan untuk menyerahkan berkas yang diperlukan. Jangan lupa siapkan berkas-berkasnya ya. Gampang kok. Cuma STNK asli + Fotokopi dan BPKB asli + Fotokopi.

Nah, di ruangan nanti kan ada dua loket. Khusus yang luar Jogja silahkan masuk ke loket yang sebelah kanan/selatan ya. Soalnya yang sebelah kiri khusus untuk plat AB. Setelah menyerahkan berkas, nanti kita disuruh nunggu bentar diluar. Kemudian dipanggil dan dikasih kertas buat pemeriksaan fisik motor. Setelah dapat, silahkan keluar dan meminta petugas diluar untuk melakukan pengecekan fisik motor. Nanti disuruh buka jok motor (ini tergantung motornya, soalnya ada beberapa motor yang nomor rangka nya ngga di dalam jok). 

Setelah selesai digesek, kita masuk lagi ke ruangan dan menyerahkan hasil pemeriksaan fisik kendaraan kita ke petugas yang ada di dalam ruangan sebelah kanan tadi. Kita diminta menunggu diluar lagi sembari petugasnya melakukan crosscheck antara hasil cek fisik dan bpkb nya. 

Kalau sudah selesai, kemudian kita dipanggil dan membayar sejumlah uang. Kalau saya kemarin 30.000. Murah bukan? Daripada motornya harus dikirim ke rumah. Biayanya bisa sejuta lebih. Setelah bayar nanti kita akan diberikan sebuah map yang berisi hasil cek fisik. Nah map itulah yang dikirim ke rumah untuk di urus oleh orang rumah. Kira-kira penampakan hasil tes fisiknya gini:

(Maaf gambarnya aku ambil dari blog Arif Rahmawan, Ijin ya Om. Link di atas ya) 

Kalau sudah selesai, jangan lupa di fotocopy ya hasil pemeriksaan fisik motornya buat jaga-jaga. Kalau kata Pak polisinya buat jaga-jaga kalau nanti ada pemeriksaan ditunjukin aja fotocopyannya.

Oke, mungkin itu ya sedikit share pengalaman cek fisik kendaraan bermotor untuk plat luar Jogja. Semoga bermanfaat :)
Share:

Pengalaman Tes MT-HRD Nasmoco Group (PT New Ratna Motor)

Share lagi!
Pengalaman tes Nasmoco Group (PT New Ratna Motor)

Daftar Online via ECC UGM tanggal 1 Februari 2017
Panggilan tes tanggal 10 Februari 2017
Tempat tes di SMK Negeri 2 Depok (STM Pembangunan), Sleman, Yogyakarta.

Hari itu dibagi dalam 4 batch, kebetulan posisi yang saya ambil adalah Management Trainee Human Resources Department (MT-HRD). Dan saya mendapatkan jadwal tes batch 4 pukul 13.00.

Tes yang digunakan adalah tes inteligensi. Isinya persis seperti tes inteligensi pada umumnya, ada penalaran, hitungan, dan lain-lain. Lebih kurang satu jam, tes selesai sekitar pukul 15.00, Kita menunggu sekitar satu jam untuk menunggu hasil pengumuman siapa saja yang lolos ke tahap interview Psikolog, 

Tepat pukul 16.00 pengumuman keluar, alhamdulillah tahap pertama lolos. Kemudian kami menunggu interview Psikolog yang dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB. Saya mendapatkan jadwal sekitar pukul 17.00 interview dengan bagian HRD Nasmoco Group. Seperti biasa kita memperkenalkan diri, kemudian ditanya-tanya alat-alat tes apa saja yang saya kuasai. Ya sesuai dengan posisi yang kalian daftar lah :)

Sekitar pukul 18.00 interview selesai dan kami masih harus menunggu pengumuman setelah maghrib. Setelah keluar pengumuman. Alhamdulillah nama saya tidak ada.... Belum rejekinya disana :) Tapi tetap semangat! Karena saya yakin akan ada tempat lain yang lebih cocok untuk saya nantinya. Aamiin.

Btw kalau yang lolos tahap interview Psikolog, nantinya akan diminta untuk ke Semarang tepatnya di Nasmoco Training Center untuk mengikuti wawancara selanjutnya!

Bagi yang sudah lolos, selamat! Bagi yang belum tetap semangat! 
Share:

Pengalaman Mengikuti Tes BCA Banker Program

Selamat sore!

Sekedar mau sharing pengalaman pas tes di Bank BCA nih. BCA Banker Program. 
Awalnya saya mendaftar di website karir Bank BCA pada pertengahan bulan Desember 2016. Kemudian saya memperoleh SMS dari BCA untuk menghadiri Psikotes pada tanggal 16 Januari 2017 untuk posisi Program Staff Pendukung Operasional (PSPO).

Di SMS dari BCA gini:
"Sdr/i X, kami mengundang Anda untuk mengikuti Psikotes Program Staf Pendukung Operasional BCA pada hari kamis tanggal 19 Januari 2017, pukul 08.00-selesai di Gedung Wisma Slipi Lt.2 Jl. S. Parman Kav.12 Slipi Jakarta Barat. Balas SMS ini dengan format PSI YA bila bersedia atau PSI TDK bila tidak bersedia hadir. Jawaban ditunggu 1x24 jam. Harap membawa foto berwarna ukuran 4x6 (1 lembar), copy KTP, copy transkrip, pensil HB, dan alat tulis lainnya. Terima Kasih."

Kemudian, saya memutuskan untuk bernegosiasi dengan orang tua mengenai hal ini. Alhamdulillah saya diizinkan untuk mengikuti tes ke Jakarta. Besoknya 17 Januari pukul 13.00 saya berangkat dari Jogja menggunakan kereta api Progo (Yang murmer. Maklum mahasiswa. Wkwk). Sampai di Stasiun Pasar Senen pada pukul 00:15. Kemudian saya langsung bertemu dengan kakak kelas waktu SMA yang kerja di Jakarta. dan kami langsung memesan grab car untuk transportasi menuju kos beliau di Menteng, Jakarta Pusat.

Oke, balik ke tes BCA Banker Program. Pada tanggal 19 Januari pukul 06:30 saya berangkat dari Menteng menggunakan Grab Bike menuju ke Wisma Slipi lantai 2 (BCA Training Center). Perjalanan lebih kurang 30 menit. Mending datang duluan saja daripada telat. Soalnya kondisi Jakarta pada tahu sendiri. Macetttt...!!

Oke, sesampainya di Wisma Slipi, kemudian saya langsung masuk ke Wisma dan menuju lantai 2. Sembari kami menunggu, kemudian dari pihak BCA menempel pengumuman tentang pembagian ruangan tes. Saya di ruang 208. Kemudian kami dipersilahkan masuk menuju ke ruangan, kemudian seperti biasa mengisi presensi dan mempersiapkan alat tulis.

Sebelum tes dimulai, ada penjelasan dari pihak BCA mengenai Banker Program ini. Awalnya saya nggak ngerti kok saya ditempatkan di PSPO. Tapi, ya ternyata PSPO merupakan salah satu bagian dari BCA Banker Program. :0

Tes tahap pertama biasa, Psikotes. Ada tes inteligensi untuk mengukur tingkat IQ kita. Selesai tahap pertama sekitar pukul 11 siang, kemudian kami menunggu pengumuman hasil tes tahap pertama pada pukul 13.00. Saya kemudian melanjutkan untuk "ngemil" lontong opor di kantin bawah Wisma Slipi bersama dengan seorang teman yang baru kenal di Wisma Itu. Btw, jangan sungkan SKSD dah, biarin mau dibilang SKSD atau apa. Hal yang paling penting adalah punya temen ngobrol selagi menunggu pengumuman ataupun di waktu istirahat.

Kemudian jam 13 lebih dikit, kami kemudian kembali menuju lantai 2 untuk melihat pengumuman, dan alhamdulillah nama saya masuk salah satu dari dua orang yang lolos tahap pertama psikotes PSPO. 

Kemudian yang lolos tahap pertama dipersilahkan untukk mengambil kotak makan siang. Selesai makan siang, jam 13.00 kami dipersilahkan untuk memasuki ruangan kembali untuk mengikuti tes selanjutnya. Tes selanjutnya masih Psikotes, tapi psikotes nya khusus tes kepribadian, seperti menggambar manusia dll (you know lah) Hehe.

Selesai hari ini, besoknya diminta untuk lanjut wawancara Psikolog. Akan tetapi lokasinya berbeda. Besok wawancaranya dilakukan di kantor BCA Wisma Asia. Tapi masih dekat dari Wisma Slipi. Tinggal nyebrang aja (Kalau berani sih. Soalnya rame banget jalannya. Wkwk. Teman saya aja naik ojek waktu itu karena dia parkir mobil di Wisma Asia. Dia salah lokasi. Haha).

Oke hari ini pulang dulu ke kosan temen. Kemudian nanti kita akan mendapatkan email tentang formulir yang harus diisi untuk dibawa pas wawancara besok. Jangan lupa diisi selengkap-lengkapnya. 

Besoknya, 20 Januari 2017 saya menuju ke Bank BCA Wisma Asia masih menggunakan Grab Bike. Soalnya lebih murah dari ojek online lainnya (Mahasiswa banget). Sesampainya di Wisma Asia, saya langsung menuju ke pos satpam untuk memperoleh ID pengunjung dengan menukarkan KTP yang saya punya.

Setelah memperoleh ID, saya kemudian langsung menuju lift ke lantai 9, kebetulan interview saya jadwalnya pukul 10.00 di lantai 9. Sesampainya di lantai 9, saya langsung disambut oleh satpam yang ada disana dan diminta tandatangan dan mengambil sebuah formulir yang harus diisi lagi. Sembari menunggu panggilan, saya mengisi lembar formulir tersebut. Kebetulan sudah banyak kandidat juga yang masih stay di sana untuk menunggu giliran interview. Lagi-lagi, SKSD dengan peserta lainnya di atas. Nanya asal lah, dll (Gaya basa-basi orang Indonesia :p).

Kemudian nama saya dipanggil dan saya memasuki ruangan. Perkenalan dulu dan kemudian saya ditanya banyak pertanyaan. Semuanya si kebanyakan memang tentang kuliah saya karena memang saya fresh fresh graduate banget. Kuncinya santai aja dan jawab dengan jujur aja. Jangan mengada-ada. Nanti malah ketauan boongnya. Haha

Kata Ibunya, pengumuman akan diberikan maksimal 1 bulan setelah wawancara dilakukan. Jreng.. Jreng..

Selesai interview, saya keluar dan balik menuju ke kosan teman saya di Menteng! Besoknya saya kembali ke Jogja!

Bersambung....
Share:

Cara Mendaftar Menjadi Anggota Engineering Career Center Universitas Gadjah Mada (ECC-UGM)

Apa itu ECC UGM?
ECC UGM merupakan pusat informasi dan pengembangan karir terpercaya yang berada langsung di bawah Fakultas Teknik UGM. ECC UGM berdiri sejak 2007. Di usia yang terbilang masih muda untuk sebuah lembaga karir, ECC UGM telah menunjukkan prestasinya dalam mewujudkan visinya sebagai institusi berbasis IT terdepan di Indonesia untuk bidang informasi karir, personal development, dan recruitment service. Prestasi ini diwujudkan dengan berbagai program karir yang dicanangkan ECC UGM, seperti job fair akbar Career Days UGM, offline job fair Graduation Fair, CEO Talk, Softskill Training, Friday Indepth, Career Workshop, dan masih banyak yang lainnya. (Website ECC UGM)
Bagaimana menjadi member seumur hidup (Lifetime) ECC UGM?
Nah, untuk menjadi member lifetime tidak harus alumni UGM kok. Kalian yang alumni Universitas apa saja bisa mendaftar sebagai member lifetime ECC Non-UGM. Yang harus kalian persiapkan untuk menjadi member ECC UGM adalah: Alamat E-mail aktif, password, dan uang Rp. 100.000,00

Oke, sekarang kita langsung menuju step by step cara mendaftar member ECC UGM:
  1. Buka halaman https://ecc.ft.ugm.ac.id/
  2. Klik pada bagian Jobseeker & Student
  3. Pilih register
  4. Masukkan nama lengkap, username, email, password dan nomor handphone.
  5. Kemudian Anda akan memperoleh email tentang jumlah uang yang harus Anda bayar. Pembayaran bisa dilakukan dengan dua cara yaitu transfer dan bayar langsung di graha karir ECC UGM Jalan Krasak Barat.
  6. Setelah transfer kemudian buka kembali halaman web ECC UGM dan klik pada menu konfirmasi pembayaran di bagian sudut kanan bawah web karir ECC UGM.
  7. Masukkan alamat email dan metode pembayaran. Nah nanti konfirmasi pembayaran Anda akan diproses pihak ECC UGM 1x24 jam. Setelah mendapatkan email konfirmasi, maka Anda akan dipersilahkan untuk mengambil kartu member ECC UGM di Graha Karir ECC UGM Jalan Krasak Barat, Kotabaru.
NB: Kalau mau cepet, mending setelah daftar online langsung bayar ke Graha karir bagi yang domisili Jogja. Karena lebih cepat dan langsung bisa mendapatkan kartu member ECC UGM.

Semoga bermanfaat!
Share: