Transit 17 Jam di Bandara Soekarno Hatta?

Selamat siang.
And.. Welcome back to my blog!
Saya mau berbagi cerita pengalaman transit terlama di Bandara Soekarno Hatta. Awal cerita, saya baru mudik lebaran dari kampung halaman di Sumatera dan mau kembali ke Jogjakarta, saya kemudian memilih penerbangan dengan NAM Air yang transit lebih kurang 17 jam di Soekarno Hatta Cengkareng terminal 2F. Penerbangan saya dari Sumatera jam 23.05 WIB dan sampai ke Jakarta jam 23.55 WIB berjalan lacar, mulus kaya kulit bayi. Kemudian sampailah pada momen transit selama lebih kurang 17 jam. Penerbangan selanjutnya jam 16.05 WIB. Awalnya sempat ragu untuk memilih penerbangan yang se lama ini. Tapi pada akhirnya saya tetap memilih penerbangan ini karena lebih baik menginap di bandara dari pada menginap di jalanan. Betul nggak? :p Sebenernya karena saya sudah terlanjur pesan.  Ah sudahlah. ~~

Untuk yang pertama kali ke bandara ini, pastinya akan sedikit bingung karena memang bandara ini sangat luas dan super ramai. Tidak salah jika bandara ini dinobatkan sebagai salat satu bandara tersibuk di dunia. Saya sebenarnya jarang banget milih penerbangan transit di Soetta. Kalaupun transit, saya biasanya memilih Citilink di Halim Perdanakusuma. Di hitung-hitung baru sekitar 3 kali saya transit di bandara ini. 2 kali jaman kuliah yaitu di terminal berapa lupa yang lama dengan Sriwijaya dan di 3 Ultimate dengan Garuda Indonesia.

Daripada luas (panjang x lebar), mending saya langsung cerita pengalaman selama transit di sana. Berikut beberapa informasi yang mungkin bisa bermanfaat:
Pertama, untuk yang mau transit jangan lupa lapor ke petugas bagian transit. Di terminal 2F isinya Khusus maskapai NAM Air dan Sriwijaya Air. Jika kamu transit keesokan harinya, kamu baru bisa mencetak ulang boarding pass di konter sekitar jam 3 pagi sampai sebelum keberangkatan. Sesampainya di Soetta saya langsung ke konter tempat melapor dan ternyata sudah tutup. Mungkin karena sudah terlalu malam ya. Saya pun baru kali ini penerbangan sampai si Soetta jam 00.00 WIB.
Kedua, saya masuk ke ruang tunggu transit atau ke daerah konter-konter check in, nah kalian bisa menunggu atau tidur di kursi yang telah disediakan disana selama transit, atau juga bisa keluar lewat menuju ruang tunggu keberangkatan, di luar ada banyak kursi yang bisa dipakai buat tiduran selagi menunggu pesawat berangkat. Tapi jika kalian punya uang lebih, ga ada salahnya menginap di hotel bandara. Karena di sini ada hotel yang lokasinya di dalam bandara. Harganya memang cukup mahal, mulai dari 800rb-an per hari. Jika kalian hanya menginap sekitar 6 jam, maka akan dikenakan biaya 500rb-an saja. Lokasinya ada di bagian depan ruang keberangkatan lantai 2 dekat pos polisi atau di antara terminal 2D dan 2E. Di kursi yang ada di depan hotel ini juga bisa dipakai buat tiduran, kemarin saya tiduran di sana. Soalnya sepi dan ga terlalu dingin. 

Jika kalian lapar, ada banyak restoran yang tersedia di bagian depan dekat pintu keberangkatan. Jadi tidak perlu khawatir, ada KFC, AW, Merugame Udon dll. Apalagi di lantai 1 lebih banyak lagi resto-resto yang bisa jadi pilihan. Kalau saya memilih KFC yang ada nasinya. Maklum lah orang Indonesia kalau ga makan nasi, belum makan :D Untuk harganya memang agak sedikit lebih mahal di bandingkan resto yang sama di luar bandara. Tapi ga terlalu mencolok. Misalnya nih, saya biasanya pesan menu favorit Signature Box di KFC. Kalau di KFC luar bandara harganya Rp 32.000 (Ex. Pajak Restaurant), sedangkan di dalam bandara kemarin jadi sekitar Rp 40.000 (Ex. Pajak Restaurant). Naik sedikit gapapa. Daripada mati kelaparan kan? :p. Selengkapnya tentang berbagai resto atau toko yang ada di bandara bisa kalian lihat di sini: soekarnohatta-airport.co.id/id/guides/shop-and-dine/16
Deretan ATM ada di luar, di ruang tunggu keberangkatan sebelum masuk ke konter check in. ATM nya lumayan lengkap dan ada di masing-masing terminal. Kebetulan saya menggunakan ATM CIMBNiaga, jadi saya harus ke depan terminal 2D untuk melaukan penarikan. Karena di depan terminal 2F tidak ada.


Karena bandara ini memang cukup ramai, jadi kalau bisa 3 jam sebelum keberangkatan kamu sudah masuk ke ruangan check in selagi menunggu check in dibuka ya, soalnya penerbangan dari Jakarta ke luar jakarta itu cukup padat. Selain itu juga, karena konter check in yang ada di Bandara ini tidak dipisah per pesawat. Jadi disini kita bisa check in di konter mana saja. Ga salah jika antrian di konter check in selalu ramai kaya kereta api. Saya kemarin juga ngantri :'(
Setelah check in, saya langsung menuju ke ruang tunggu, jangan lupa siapkan boarding pass dan identitas untuk melewati pemeriksaan. Setelah masuk, ada dua tempat menunggu. Yaitu diluar gate dan di dalam gate. Gate yang ada di 2F ada 7 gate mulai dari F1 s/d F7. Jadi buat teman-teman, jangan lupa perhatikan di boarding pass kalian pesawat kalian di gate berapa. Nah, ruang tunggu diluar gate tersedia cukup banyak kursi dan ada tempat charger. Yang spesial di sini juga ada kursi tidur. Yang pastinya rebutan sama penumpang lain. Jadi kalau ada yang udah angkat badan, bersiaplah untuk pasang kuda-kuda menggantikan. Haha. Sebenarnya di Terminal 3 Ultimate sudah ada banyak sekali kursi tidur ini. Jadi ngga perlu rebutan. Tapi untuk di terminal 2F baru ada sedikit. Ya sesuai lah ya ada yang Ultimate ada yang Professional dan Home Premium (Lu kate Windows :D). Saya pernah naik Garuda dan istirahat transit di terminal 3 ultimate karena dulu pengen coba.  Memang beda, ruang tunggunya hampir semuanya sudah sofa dan kursi tidur. Tapi, kalau dipikir-pikir, eman-eman uangnya. Bisa digunain buat yang lain (Pemikiran masih mahasiswa aja :p). Tapi kalau ada promo Garuda harganya beda tipis dengan maskapai lain, misal beda 100rb-an aja, ambil Garuda aja deh udah. Jangan kasih kendor :p Ini ruang tunggu luar gate 2F (Kebetulan saya dapet kursi tidurnya, jadi sambil nonton di curved TV nya Samsung):
 
Nah, 30 menit sebelum penerbangan, saya masuk ke gate tempat pesawat saya. Nanti akan ada pemeriksaan lagi di sana. Jadi siapkan boarding pass dan identitas yang kalian punya. Biasanya kursi di dalam penuh, jadi banyak yang menunggu di jembatannya. Termasuk saya :p


Selanjutnya tinggal menunggu panggilan untuk memasuki pesawat. Dan ternyata pesawat saya delay. Baru masuk pesawat jam 17 sore, dan baru take off jam 17:38. Kenapa? Karena ngantri. Tapi Alhamdulillah sampai ke Jogja lebih kurang jam 19 malam dengan selamat.
Lalu, apa yang saya lakukan selama 16 jam transit di Soetta? Jawabannya adalah: Nge-GJ (Ga Jelas). Haha. Serius. Saya dari jam 12 malam jalan-jalan keluar, kemudian sekitar jam 3 pagi saya baru bisa tidur di depan dekat pintu keberangkatan. Kemudian jam 5 pagi saya pindah ke depan airport hotel dan tidur di sana. Jam 7 pagi saya dibangunkan oleh petugas bandara. Setelah itu sampai jam 4 sore ngapain? Main hape, jalan-jalan ga jelas sambil liatin para pramugari Sriwijaya Air Group wara-wiri, dan makan. Itu doang. Wkwk. Yang pasti bosen banget. Kayaknya ini bakal jadi pengalaman terakhir saya ambil penerbangan yang transit super lama. Kalau ga ada kegiatan selama transit mending pilih yang langsung atau transitnya ga terlalu lama. Bosen!

Ada temen yang ngusulin buat jalan-jalan keliling Jakarta, bisa pakai Damri atau kereta bandara. Tapi, saya pikir mau main kemana? Mall? Di Jogja banyak. Waterboom? Ga mungkin kayaknya. Monas? Ngapain. Daridulu begitu-gitu aja. Akhirnya saya nunggu di bandara aja lah.

Saya sebenarnya ingin mengajukan reschedule tiket yang dari Jakarta ke Jogja. Saya rencananya mau memilih penerbangan yang lebih cepat yaitu jam 12:55 WIB. Saya kemudian mengunjungi service center Sriwijaya Air Group di bagian depan dekat AW. Tapi ternyata sudah ga bisa, soalnya sudah check in. Sempat terpikir untuk menghanguskan tiket yang jam 16 sore dengan membeli tiket yang baru jam 12:55 WIB. Tapi, setelah bertanya ke petugas service center, bagasi saya tetap ikut ke penerbangan yang jam 16 WIB. Hmm. Setelah pikir ulang, percuma saya sampai jogja jam 14 siang tapi kopernya jam 17 sore. Akhirnya saya tetap menunggu penerbangan yang jam 16 sore.

Nah, itulah pengalaman transit lama di bandara, cukup melelahkan dan membosankan. Jadi buat kalian yang mau transit lama, mending mikir ulang. Tapi kalau misalnya ada saudara disana yang bisa dikunjungi ga masalah, bisa silaturahmi dulu. Lah saya? Semuanya masih pada dikampung. Karena kami pegawai non-pemerintah masuknya duluan :D

Oke, mungkin segitu aja lah curhat nya. Semoga ada manfaatnya. Kalaupun engga ada manfaatnya, dicari aja manfaatnya dimana. Haha.

See you on next post!
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar