Enam Paradigma Interaksi Antar Manusia Menurut 7 Habit


Oke Guys, kali ini saya agak serius dikit. Materi yang ingin saya bagikan sebenarnya adalah materi training saya di kantor. Teori ini diambil dari buku 7 Habit yang sangat terkenal punya nya Bapak Stephen Covey. Sekilas bagi yang belum tahu 7 Habits of Highly Effective People adalah sebagai berikut:
Habit 1: Menjadi Proaktif
Habit 2: Mulai dengan tujuan akhir
Habit 3: Mendahulukan yang utama
Habit 4: Berpikir menang-menang
Habit 5: Berusaha memahami lebih dahulu baru dipahami
Habit 6: Mewujudkan sinergi
Habit 7: Mengasah Gergaji
Saya ga bakal ngebahas semuanya satu per satu, soalnya bakalan butuh satu atau dua semester untuk mendalami semuanya. :p. Tapi kalau ada yang request mau dibahas habit berapa bisa kontak saya, mungkin nanti bisa saya post di blog ini. Jadi langsung saja sesuai judul, saya akan membahas tentang enam paradigma interaksi antar manusia.

Eh bentar. Sebelum itu, kita harus tahu dulu apa antara prinsip dan paradigma berpikir menang-menang.
Prinsip berpikir menang-menang: Hubungan antar manusia yang efektif dan bersifat jangka panjang menuntut kondisi saling menguntungkan.
Paradigma berpikir menang-menang: "Saya mencari manfaat bagi orang lain maupun diri saya", "Saya memperoleh hasil yang lebih baik dalam hubungan saya dengan sesama melalui kerjasama secara saling-tergantung dibanding lewat persaingan sendiri-sendiri".
Berikut enam paradigma interaksi antar manusia:
Menang-menang. Orang memilih untuk menang dan memastikan orang lain juga menang. Mencari sousi yang memuaskan diri sendiri dan orang lain. karakteristiknya adalah: (1) Mencari manfaat bersama; (2) Bekerjasama, bukan bersaing; (3) Lebih banyak mendengarkan, lebih lama menjalin komunikasi dan lebih berani berkomunikasi.
Menang-kalah. Lebih memperdulikan diri-sendiri. Ingin menang dan orang lain kalah. Karakteristiknya: (1) Hal yang paling lazim dimiliki manusia; (2) Pendekatan yang otoriter; (3) Memakai kedudukan, kekuasaan, kelebihan dan harta untuk mengalahkan orang lain.
Kalah-Menang. Memilih kalah dan membiarkan orang lain menang, timbang rasa yang dimiliki tinggi, kurang punya keberanian untuk mengekspresikan diri dan bertindak menurut perasaan serta keyakinannya. Karakteristiknya: (1) Tidak menyuarakan standar, tuntutan, harapan apapun dari siapapun; (2) Mudah membuat senang orang lain dan cenderung mengalah; (3) Menimbun banyak uneg-uneg perasaan.
Kalah-Kalah. Rendah keberanian serta timbang rasanya. Iri hati dan mengkritik orang lain. Cenderung merendahkan diri mereka sendiri maupun orang lain. Karakteristiknya: (1) Sangat tergantung orang lain; (2) Sama artinya dengan "tidak menang" karena tak seorangpun mendapat manfaat; (3) Akibat jangka panjang dari kondisi menang-kalah, kalah-menang atau sekedar menang.
Menang. Hanya berpikir untuk memperoleh apa yang mereka inginkan meskipun belum tentu ingin orang lain kalah. Secara pribadi ia berupaya terus untuk menang. Karakteristiknya: (1) Mementingkan diri sendiri (2) Berpikir "Saya dulu"; (3) Benar-benar tidak perduli apakah orang lain untung atau rugi; (3) Punya mentalitas kelangkaan.
Menang-menang atau Lebih baik tidak. Merupakan bentuk tertinggi dari menang-menang. Pertama-tama mencari kondisi menang-menang. Jika tidak mendapatkan solusi yang dapat diterima, mereka sama-sama sepakat untuk tidak sepakat. Karakteristiknya: (1) Membolehkan masing-masing pihak berkata tidak; (2) Adalah sikap yang paling realistik pada awal suatu hubungan atau kesepakatan bisnis. 
Oke itulah keenam paradigma interaksi antar manusia menurut Stephen Covey dalam teori 7 Habits of Highly Effective People. Semoga bermanfaat!
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar