Selamat siang semua.
Udah lama ngga nulis rasanya pengen cerita. Jadi gini, ceritanya saya baru saja berlangganan kartu Halo. Karena baru kali ini saya tertarik untuk berlangganan kartu pascabayar. Berawal dari iklan yang muncul setiap kali browsing internet, saya kemudian melihat ada paket pasca bayar yang diberi nama Halo Kick. Awalnya sih ragu, apa enaknya pakai kartu pascabayar. Mahal.
Tapi ketika saya melihat kuota yang diberikan Telkomsel untuk paketan kartu Halo pascabayar ini. Cukup menggiurkan. Dengan 60 ribu rupiah kita sudah bisa mendapatkan kuota 6 GB (2 GB All network dan 4 GB 4G), kuota telpon 50 menit dan 200 sms. Kartu Simpati saya kadang murah, kadang mahal. Tapi lebih sering mahalnya. Oleh karena itu saya memilih untuk berlangganan kartu Halo. Salah satu alasannya adalah karena saya juga sudah mempunyai pekerjaan sendiri. Dan nyeseknya, saat menulis ini, sedang ada promo kartu simpati dengan 50K bisa mendapatkan 5 GB, 600 Menit dan 400 sms berlaku 24 jam. Kan bikin mikir ulang pake Halo nya 😁
Oke daripada panjang lebar. Terlepas dari itu semua, berikut beberapa kelebihan yang diperoleh selama memakai kartu halo:
Pertama, Ngga perlu mikirin abis kuota atau ngga punya pulsa. Tinggal pakai aja sepuasnya. Tapi ingat tetap ada limitnya. Dan limitnya ini juga yang menjadi kelebihan kartu Halo. Jadi pengeluaran kita untuk biaya telepon tidak akan membengkak.
Kedua, Jaringannya lumayan dibandingkan dengan kartu telkomsel prabayar. Contohnya gini, di tempat yang sama dan HP yang sama kartu pascabayar saya mendapatkan signal 4G. Sedangkan kartu simpati kadang dapet dan kadang engga.
Ketiga, Browsing super cepet. Saya pernah menguji menggunakan speed test. Hasilnya antara pascabayar dan prabayar tidak terlalu jauh. Untuk kota Jogja (Sekitar Bandara) speed download 32 MBPS dan upload hampir 33 MBPS. Saya juga ngga tau kenapa kok lebih besar upload. Tapi, perbedaan yang paling terlihat antara pasca bayar dan prabayar adalah PING. Kartu halo saya menembus angka 26 ms. Sedangkan Simpati di angka 36. Itulah kenapa halaman browser langsung terbuka dan nyusss. Ada yang belum paham PING? PING itu adalah kecepatan bolak balik data antara handphone dan server. Jadi kebayang kan?
Keempat, Nomornya kita bisa pilih sendiri sesuai keinginan. Saya kemarin beli kartunya via blanja.com. Jadi lebih enak bisa menyesuaikan dengan keinginan.
Kelima, Kalau saya si pengeluaran jadi lebih terkontrol. Selain itu saya juga tidak membutuhkan jaringan internet yang banyak karena sudah disediakan wifi di kantor. Oleh karena itu saya rasa pemakaian kartu halo sudah cukup untuk bulanan saya.
Keenam, Prioritas kalau lagi nelpon call center dan gratis. Kalau kartu prabayar kan harus ngantri dan bayar. Kartu Halo langsung dihubungkan ke call center. Selain itu katanya dapat prioritas juga ketika mengunjungi Grapari. Karena ada jalur khusus pascabayar dan tidak perlu ngantri (Kalau ini si saya belum nyoba).
Ketujuh, Dalam kondisi darurat bisa membelikan keluarga paket internet, paket telepon, sms langsung melalui aplikasi MyTelkomsel atau via UMB di *111#. Praktis. Artinya tidak perlu bolak-balik ke conter pulsa atau beli via ATM/Internet banking dll.
Selain kelebihan, ada beberapa kelemahan dari kartu Halo berdasarkan pengalaman pribadi saya, Berikut daftarnya:
(Update)
Setelah pemakaian lumayan lama sekitar 6 bulan, ada beberapa hal yg membuat saya rada kecewa dengan kartu Halo. Pertama, banyaknya nomer dari luar negeri yg ngga tau darimana nelpon mulu. Mengganggu menurut saya, karena sehari kadang sampai 5 atau 6 panggilan. Kalau kamu ga sengaja telepon balik, siap-siap tagihanmu membengkak. Nomernya seperti di bawah ini.
Selanjutnya, nomor cantik kartu halo kayaknya ada beberapa yang bekas orang lain. Ga tau tiba-tiba saya dapet SMS selamat ulang tahun Bapak/Ibu X. Dan itu bukan nama saya. Beberapa kali juga dapet telepon dari Credit Card BCA. Padahal saya ga punya Credit Card BCA. Kayaknya kartu Halo saya ini bekas orang dahulu kala. (Update: saya sempat tanya ke CS Telkomsel bahwa ternyata kartu saya memang dulu pernah dipakai orang lain. Soalnya nomor saya cantik gan. Haha)
Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan pemakaian kartu Halo saya dan berpindah ke Prabayar saja.
Review ini pengalaman pribadi saja ya, tentunya sebagai gambaran aja untuk rekan-rekan sekalian apakah akan memutuskan untuk berpindah ke pascabayar atau tidak.
Terima kasih.
Pertama, Kartu perdana tidak tersedia di konter-konter pada umumnya.
Kedua, Kartu tidak langsung aktif karena harus menunggu verivikasi dari pihak Telkomsel.
Ketiga, untuk yang terlanjur migrasi dari kartu Prabayar (As, Simpati, Loop) menjadi Pascabayar Halo, tidak bisa lagi melakukan migrasi dari Pascabayar ke Prabayar. Sesuai dengan ketentuan dari telkomsel yang bisa dibaca disini di poin nomor "9. Setelah melakukan perpindahan layanan ke kartuHalo, nomor pelanggan tidak bisa kembali menjadi prabayar (simPATI, KARTU As, atau Loop). Sisa kuota dan semua paket prabayar (CUG, TM/JagoanSerbu, MKios, dll) menjadi tidak berlaku dan tidak bisa digunakan lagi."Oke, sejauh ini itulah hal-hal yang bisa saya bagikan terkait kelebihan dan kelemahan berlangganan kartu Halo.
(Update)
Setelah pemakaian lumayan lama sekitar 6 bulan, ada beberapa hal yg membuat saya rada kecewa dengan kartu Halo. Pertama, banyaknya nomer dari luar negeri yg ngga tau darimana nelpon mulu. Mengganggu menurut saya, karena sehari kadang sampai 5 atau 6 panggilan. Kalau kamu ga sengaja telepon balik, siap-siap tagihanmu membengkak. Nomernya seperti di bawah ini.
Selanjutnya, nomor cantik kartu halo kayaknya ada beberapa yang bekas orang lain. Ga tau tiba-tiba saya dapet SMS selamat ulang tahun Bapak/Ibu X. Dan itu bukan nama saya. Beberapa kali juga dapet telepon dari Credit Card BCA. Padahal saya ga punya Credit Card BCA. Kayaknya kartu Halo saya ini bekas orang dahulu kala. (Update: saya sempat tanya ke CS Telkomsel bahwa ternyata kartu saya memang dulu pernah dipakai orang lain. Soalnya nomor saya cantik gan. Haha)
Akhirnya saya memutuskan untuk menghentikan pemakaian kartu Halo saya dan berpindah ke Prabayar saja.
Review ini pengalaman pribadi saja ya, tentunya sebagai gambaran aja untuk rekan-rekan sekalian apakah akan memutuskan untuk berpindah ke pascabayar atau tidak.
Terima kasih.


